Friday, 30 January 2015

Tata cara Makan dalam Islam



Tata cara Makan dalam Islam *!*
9 Maret 2012 pukul 13:24
Bismillahirrahmanirrahiim..

1.Tidak berlebihan (isyraf) dalam mengkonsumsi dan tidak memubazirkannya. Berlebihan merupakan budaya yang tidak disukai Allah. Sebagaimana yang disinggung dalam Alquran, yang artinya:
“ Dan Janganlah kamu sekalian berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.“(QS. Al-An’am/6:141)
Dan Mubazir adalah perbuatan yang sangat dilarang dalam islam, bahkan diidentikkan sebagai saudara setan. Sebagaimana firman Allah yang Artinya : Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan. (QS: Al-Isra/17:26-27)


Kalau kita dilarang berlebihan, maka seharusnya pula kita makan dan minum menurut kadar cukup. Rasulullah mengisyaratkan dalam sebuah sabdanya: ‘’ Tidak ada suatu tempat yang dipenuhi oleh anak Adam yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam itu beberapa suap makanan saja, asal dapat menegakkan tulang rusuknya. Tetapi bila ia terpaksa melakukannya, maka hendaklah sepertiga ( dari perutnya itu) diisi dengan makanan, sepertiganya dengan minuman dan sepertiganya lagi dengan nafasnya (udara, dikosongkan)” (HR. Imam Ahmad dan Turmudzi).

Batasan yang diajarkan oleh Rasul ini menekankan pentingnya seorang muslim agar memperhatikan orang di sekitarnya, artinya kita harus memahami realitas sosial yang ada di lingkungan kita, agar tidak terjadi kecemburuan sosial. Dalam sebuah sabda lain Rasul mengancam kepada seorang yang hanya mementingkan dirinya sendiri dalam masalah makanan sebagai orang yang bukan golongannya, yaitu: “barangsiapa makan sampai kenyang, sementara tetangganya merintih kelaparan, maka ia bukan termasuk golonganku”.
3. Memulainya dengan membaca “basmalah” serta doa. Hal ini merupakan manifestasi ibadah dalam bentuk yang paling minimal. Sebab bila tidak menyebut nama Allah, setan niscaya akan turut makan bersamanya, dan dengan demikian hilanglah nilai ibadahnya. Lantas apa bedanya dengan orang kafir? Dalam sebuah hadis Nabi disebutkan:
Dan dari Jabir berkata: saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seseorang masuk dalam rumahnya dengan mengucapkan “bismillah” ketika masuk dan ketika hendak makan, maka setan berkata kepada temannya: ‘tiada tempat tinggal dan tiada bagian makanan bagimu disini’. Sedangkan bila orang itu masuk tanpa menyebut nama Allah, maka setan akan berkata:’Kamu dapat bermalamdi rumah ini’. Kemudian jika waktu makan tidak menyebut nama Allah, setanpun berkata: ‘kamu dapat bermalam dan makan disini’.” (HR.Muslim).
Jika lupa di awal makan, maka ucapkanlah segera saat teringat. Rasulullah SAW telah bersabda, sebagaimana yang diriwayatkan dari Aisyah r.a, sebagai berikut: “Bila salah seorang diantara kamu hendak makan maka ucapkanlah “bismillah”, namun bila ia lupa di awalnya, maka ucapkanlah ‘bismillahi awwaluhu wa akhiruhu’(dengan nama Allah dari mula hingga akhir). (HR. Turmidzi)

3. Tidak boleh mencela makanan. Apa pun yang dihidangkan di depan mata kita, makanan merupakan rezeki dari Allah. Dari Abu Hurairah, ia berkata: ”Rasulullah SAW tidak pernah mencela makanan selamanya. Jika beliau suka dimakannya, dan jika tidak suka ditinggalkannya”.(HR Bukhari dan Muslim)

4. Menggunakan tangan kanan, tidak dengan tangan kiri. Karena, makan dan minum dengan tangan kiri merupakan cermin dari perbuatan setan yang harus dihindari oleh setiap mukmin yang memiliki komitmen kepada Ilahi, hal ini seiring dengan maksud sebuah hadis: “Apabila seseorang dari kamu makan, maka hendaklah ia makan dengan tangan kanannya, dan apabila ia minum, maka minumlah dengan tangan kanan. Karena sesungguhnya setan makan dengan tangan kirinya’. (HR. Imam Muslim)
Allah SWT menghubungkan dengan perilaku makan dengan larangan mengikuti setan secara tegas dalam ayat Al Qur’an yang Artinya : “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”.(QS:2:168)
Pengertian langkah langkah setan yang dimaksud ayat ini antara lain adalah mengkonsumsi makanan yang tidak halal dan dengan menggunakan tangan kiri.

5. Sambil duduk, dan tidak berdiri. Hal ini seiring dengan hadis Nabi: Dari Qatadah, dari Anas dari Rasulullah SAW, bahwa sesungguhnya Nabi SAW telah melarang orang minum sambil berdiri”. Lalu Qatadah bertanya kepada Anas: Kalau makan bagaimana? Ia pun menjawab: “Hal itu (makan dengan cara berdiri) lebih busuk dan jahat”. (HR. Ahmad, Muslim dan Turmidzi)

6. Jika makan bersama sama, ambillah dari yang dekat dekat saja, sejauh yang dapat di jangkau oleh tangan. Sebagaimana sabda Rasulullah berikut: Dari Umar bin Abi Salamah berkata, ketika saya masih kecil di bawah asuhan Rasulullah SAW, aku bisa menjulurkan tanganku ke tempat makanan, maka Rasulullah SAW bersabda: “Wahai ananda, ucapkanlah ‘bismillah’, dan makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari apa yang dekat kepadamu”. (HR.Muslim)
Dalam hadis lain juga dikatakan, “Sesungguhnya termasuk pemborosan (perbuatan yang berlebihan dan dimurkai Allah) bila kamu makan apa saja yang kamu (bernafsu) ingin memakannya”. (HR. Ibnu Majah)

7. Tenang, perlahan dan tidak terburu buru. Jangan bersikap rakus sehingga tampak mulut penuh dengan suapan, dan jangan meniup-niup makanan atau minuman yang menunjukkan sikap tidak sabar. Dari Ibnu Abas RA berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kalian minum dengan sekali tegukan seperti minumnya unta, tetapi minumlah dengan dua atau tiga kali tegukan. Ucapkanlah ‘bismillah’ jika kalian minum dan ‘alhamdulillah’ jika kalian selesai minum”. (HR. Turmidzi).
Dalam hadis lain disebutkan: “Dari Abi Qatadah RA, sesungguhnya Nabi SAW telah melarang bernafas dalam air minumannya “.(HR.Muttafaqun ALaihi)
8. Mengambil secukupnya sehingga dapat di konsumsi habis, jangan tersisa sedikit pun, walau hanya berupa sebutir nasi yang menempel di jari tangan umpamanya, karena hal itu menjadi bentuk pemubaziran yang dilarang. Dari Jabir katanya, Rasulullah SAW menyuruh membersihkan sisa makanan yang di piring maupun yang di jari seraya bersabda: “Sesungguhnya kalian tiada mengetahui di bagian manakah makananmu yang mengandung berkah”.(HR. Muslim)

9. Haram menggunakan perabotan dari emas dan perak. Rasul pernah melarangnya dengan sabdanya: “Dari Hudzaifah, ia berkata, “Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang kami minum dan makan dengan perkakas dari emas dan perak. Beliau juga melarang kami (kaum lelaki) berpakaian sutera dan yang dibordir dengan benang sutera dengan sabdanya: “Itu adalah untuk kaum musyrikin didunia dan untuk kalian (nanti, insya Allah) di akhirat”. (HR. Bukhari dan Muslim)
10. Mengakhiri makan dan minum dengan berdoa sebagai ungkapan syukur kepada Allah atas rezeki yang telah dikaruniakan, sehingga badan menjadi sehat, dan dapat melakukan ibadah ibadah lainnya yang telah Allah amanah kan.
Doa singkat yang kita baca sebagaimana Rasulullah sabda kan: “Alhamdulillaahilladzi att’amanaa wasaqaanaa waja’alana minal muslimiin” yang artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kami makan dan minum, serta menjadikan kami sebagai orang muslim”(HR. Imam Ahmad)

Demikian beberapa panduan , tata caradan budaya makan dan minum yang dicontohkan dan diajarkan oleh nabi Muhammad SAW. Totalitas ketaatan dan kepatuhan terhadap ajaran yang disandarkan pada prinsip wahyu akan sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan di dunia dan keindahan diakhirat kelak..
Semoga cukup dapat menjawab beberapa pertanyaan, drpd bagaimana islam mengatur pola dan cara makan kita.





Wednesday, 28 January 2015

JAKA TARUB



                                                                JAKA TARUB
Adegan 1
Dahulu kala dipinggir sebuah desa, hiduplah seorang yang bernama Nyi Randa Tarub, Ia tinggal bersama anaknya yang bernama Jaka Tarub yang suka berburu di hutan.
Jaka tarub/aan: Bu, saya saya ingin berburu di hutan
Nyi Tarub/nani: baiklah anakku, hati hati
Adegan 2
Ditengah hutan, disebuah telaa ada tujuh bidadari sedang asyik mandi, Jaka Tarub berbunyi disemak – semak memperhatikan gadis – gadis itu.
Bidadari 1/devi : adik – adik kita mandi dsisini saja ya
Bidadari 2/siti: ya kak
Bidadari 3/faisol: ya kak, udaranya juga sejuk
Bidadari 4/wawan: ih ….. kakak
Bidadari 5/siti: nih….
Bidadari 6/devi: sudah kita mandi saja
Bidadri 7/shinta: iya kak

Jaka Tarub : semua gadis – gadis ini cantik. Apakah mungkin mereka bidadari, hah …. Apa itu? Aku harus memiliki sari dari mereka.
Bidadari 1/devi: adik – adik hari sudah gelap mari kita kembali ke khayangan
Dewi/shinta : selendangku ……? Ya tuhan selendangku hilang.
Bidadari 1/devi : hilang
Bidadari2/siti : bagaimana mungkin?
Bidadari 4/wawan: ayo kita cari!
Bidadari 3/faisol: oh…. Hari sudah gelap, kita harus pergi dari sini
Dewi/shinta : tapi bagaimana mungkin?
Bidadari 5/siti: kami tidak bisa berbuat apapun, adik … terpaksa kau kami tinggalkan
Dewi /shinta: tidak kak tunggu aku
Jaka Tarub /aan: hai … gadis, apa yang terjadi padamu?
Dewi /shinta: tuan tolong aku, aku bidadari dari khayangan selendangku hilang, saudaraku meninggalkanku. Aku tak punya siapa – saipa.
Jaka tarub/aan: oh, sungguh malang nasibmu.
Aku bermaksud menolongmu, apa kau mau ikut pulang dengan denganku?
Dewi/shinta : terimakasih, namaku Nawang Wulan, siapa namamu?
Jaka tarub /aan: orang memanggilku Jaka Tarub
Akhirnya Dewi Nawang Mulan mengikuti Jaka tarub, nawang wulan tidak tahu kalau ternyata jaka tarublah yang mengambil selendangnya.
Sesampainya dirumah ibunyapun kaget melihat Jaka tarub membawa seorang wanita.
Jaka tarub /aan: BU Jaka Pulang
Nyi Tarub /nani: ya Alloh jaka kemana saja kau ini, dan siapa dia?
Jaka Tarub /aan: tenanglah bu, ini nawang wulan aku menemukanya seorang diri di Hutan, bolehkah dia tinggal disini seorang diri dihutan, bolehkah dia tinggal disini.
Nyi Tarub/nani: baiklah, mari seilahkan masuk di gubukku ini
Jaka Tarub /aan: sebaiknya selendang ini kutaruh disini

Hari – hari berlalu, akhirnya Jaka Tarub memperistri Dewi Nawang Wulan, namun kebahagian mereka terganggu karena tidak lama setelah mereka menikah Nyi tarub meninggal .
Tetapi pada suatu hari terjadi peristiwa yang merupakan awal malapetaka.
Dewi/shinta : kakang jaka, aku sedang menanak nasi tolong kau jaga dan jangan kau buka kukusan itu.
Jaka Tarub /aan: baiklah akan kujaga
Jaka Tarub /aan: hah….!!!, hanya setangkai padi pantas padi yang ditanaknya panats bsaja padi dilumbungku tak pernah habis.
Dewi/shinta : kakang kau telah membuka kukusan ini. Sekarang aku tidak bisa menanak nasi hanya dari setangkai padi . aku harus menumbuk padi.
Jaka tarub/aan : maafkan aku isteriku, apa kukusan itu tidak bisa diperbaiki lagi?
Dewi/shinta : tidak bisa kakang
Jaka Tarub /aan: maafkan aku isteriku, maafkan aku
Sejak saat itu dewi nawang wulan harus menumbuk padi, tentu saja padi dilumbungnya cepat habis
Dan pada seuatu hari saat Dewi nawang mengambil padi lumbungnya ia menemukan sesuatu.
Dewi /shinta: oh selendangku, apa kakang jaka yang mengambilnya? Tapi kenapa ia pura – pura tidak tahu?

Dewi/shinta : kakang jaka… aku mohon pamit ke khayangan
Jaka Tarub /aaan: dewi tunggu dulu memang aku salah….!
Aku mohon maaf
Dewi /shinta: kau telah menipuku selama ini kakang, apa kakang mengira akan dapat berbuat sedemikian lamanya?
Jaka tarub/aan : aku mohon isteriku, tetaplah disini!!
Dewi/shinta: tidak kakang, aku akan tetap pergi, kehidupan dibumi tidak cocok unutkku.
Jaka tarub/aan : oh nawang wulan, apap ini tidak bisa dibiarakan baik – baik?
Dewi/shinta : tidak kakang … kodratku adalah sebagai bidadari dan aku harus kembali ke khayangan
Dengan hati teriris jaka tarub menyaksikan isterinya terbang.
Demikianlah kisah jaka Tarub dan Dewi Nawang Wulan.

install driver printer epson lx800 di win7




install driver printer epson lx800 di win7


bagaimana cara install driver epson lx800 di windows7????……………
pertanyaan yang sering ditanyakan banyakm orang karena di win7 ga ada driver epson lx800. kenapa?????,,,  karena di win7 epson lx800 masuk dalam kategory printer lx series …. jadi cara install driver nya beda… adapaun caranya sebagai berikut :::
·         Pilih Devices and Printers
·         Pilih Add Printer
·         Pilih Local Printer
·         Pilih LPT yang akan digunakan oleh Printer LX-800, klik next akan muncul:
·         Klik Windows Update, kemudian tunggu beberapa saat sampai Windows7 menampilkan list Driver Printer.
·         Klik Epson di List Manufacture, kemudian cari Epson LX Series 1 (136), kemudian pilih (klik sekali)
·         Klik tombol Next
·         Isi Printer Name dengan: Epson LX-800, kemudian tekan tombol Next
·         Windows7 akan memulai proses installasi driver printer epson LX-800, tunggu beberapa saat sampai proses selesai, dan muncul window:
·         Pilih don’t share this printer dan tekan tombol next
·         Proses install driver Printer Epson LX-800 di Windows7 selesai.
Selain menggunakan Epson LX 1 Series (136), dapat juga menggunakan Epson LX 1 Series (80
thanks semoga bermanfaat