Saturday, 7 February 2015

puisi TANGISAN MATA BUNDA



TANGISAN MATA BUNDA

Dalam Senyum mu kau sembunyikan letih mu
Derita siang dan malam menimpa mu
tak sedetik pun menghentikan langkah mu
Untuk bisa Memberi harapan baru bagi ku

Seonggok Cacian selalu menghampiri mu
secerah hinaan tak perduli bagi mu
selalu kau teruskan langkah untuk masa depan ku
mencari harapan baru lagi bagi anak mu

Bukan setumpuk Emas yg kau harapkan dalam kesuksesan ku
bukan gulungan uang yg kau minta dalam keberhasilan ku
bukan juga sebatang perunggu dalam kemenangan ku
tapi keinginan hati mu membahagiakan aku

Dan yang selalu kau berkata pada ku
Aku menyayangi mu sekarang dan waktu aku tak lagi bersama mu
aku menyayangi mu anak ku dengan ketulusan hati ku
MUHARRAM YANG INDAH
MUHARRAM YANG INDAH

MELANTUN TAKBIR
DI SUBUH HARI
GEMURUH NIAN SEJUKKAN HARI
MELANGKAH DIRI DEKATI ILAHI
HARI PERTAMA YANG BEGITU SUCI

MUHARRAM INDAH
DATANG KEMBALI
LEMBARAN BARU LEBIH SEMPURNA
LEBIH NYATA MERAIH ASA
MELANGKAH KE DEPAN BERSAMA JIHAD NYA

MUHARRAM INDAH
BERSAMA KU KINI
KU PATRI MUHAMMAD
SURI TAULADANKU
IDOLA HIDUP KU
MENUJU KEMULYAAN DUNIA AKHIRAT

BERSAMA MU HAI MUHAMMAD
KUTEGAKKAN KALIMAH
“ LAA ILAHA ILLALLAH.....” 
BY : IRMA CHIE  CHEWEK  MANIS

No comments:

Post a Comment